Edukasi Reproduksi Pengantin: Sosialisasi Nikah Muda STIKES Gowa

Edukasi reproduksi bagi para calon pengantin usia muda gencar disosialisasikan oleh tim kebidanan STIKES Gowa sebagai upaya konkret menekan angka kematian ibu dan bayi akibat pernikahan dini. Fenomena pernikahan di usia remaja masih marak terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Gowa sehingga membutuhkan intervensi pengetahuan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Pihak kampus bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama setempat untuk mewajibkan setiap calon pengantin mengikuti kelas bimbingan kesehatan reproduksi sebelum melangsungkan pernikahan resmi. Langkah preventif ini dirancang untuk menyiapkan mental dan fisik calon ibu muda.

Materi bimbingan mencakup pemahaman organ reproduksi wanita, bahaya kehamilan pada usia di bawah 20 tahun, persiapan gizi prakonsepsi, serta perencanaan keluarga berencana yang sehat. Calon pengantin diajarkan mengenai risiko medis kehamilan remaja seperti pendarahan, anemia berat, eklamsia, dan kelahiran bayi prematur berbobot rendah. Penjelasan disampaikan secara ilmiah, empatik, dan terbuka menggunakan media audio-visual agar mudah dipahami oleh pasangan muda. Kesiapan fisik organ reproduksi ibu menjadi syarat mutlak untuk melahirkan keturunan yang sehat dan terbebas dari stunting.

Pelaksanaan edukasi reproduksi ini juga membekali pasangan calon pengantin dengan pengetahuan mengenai kesehatan jiwa keluarga, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta komunikasi pasangan yang harmonis. Psikolog dan dosen kebidanan mendampingi calon pengantin untuk mengurai kesiapan mental mereka dalam menghadapi perubahan peran kehidupan pasca-pernikahan. Diskusi interaktif dibuka secara luas agar para calon pengantin dapat menanyakan berbagai kendala dan rasa takut yang mereka miliki tanpa perasaan malu. Pembimbingan holistik ini membentuk kematangan mental dan emosional calon orang tua baru.

Pemeriksaan kesehatan fisik secara menyeluruh mencakup cek kadar hemoglobin, status imunisasi tetanus, serta tes penyakit menular seksual diberikan gratis kepada seluruh peserta bimbingan pra-nikah. Jika ditemukan calon pengantin yang mengidap anemia atau penyakit menular, tim medis puskesmas segera memberikan terapi pengobatan perbaikan sebelum pasangan tersebut menikah dan hamil. Pemeriksaan medis pra-nikah ini menjamin bahwa setiap kehamilan yang terjadi di masa depan berada dalam pengawasan kesehatan yang optimal sejak hari pertama.

Melalui konsistensi penyelenggaraan edukasi reproduksi pra-nikah ini, STIKES Gowa berhasil meningkatkan kesadaran pasangan muda akan pentingnya merencanakan kehamilan secara matang dan sehat. Angka kejadian komplikasi kehamilan remaja di wilayah pembinaan kampus mengalami penurunan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Pihak kampus berkomitmen untuk terus mempererat kemitraan dengan kementerian agama dan dinas kesehatan dalam mengawal kesehatan reproduksi generasi muda. Semoga langkah ini dapat melahirkan keluarga-keluarga baru yang sejahtera, sehat, dan berkualitas tinggi di Sulawesi Selatan.

Edukasi reproduksi bagi para calon pengantin usia muda gencar disosialisasikan oleh tim kebidanan STIKES Gowa sebagai upaya konkret menekan angka kematian ibu dan bayi akibat pernikahan dini. Fenomena pernikahan di usia remaja masih marak terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Gowa sehingga membutuhkan intervensi pengetahuan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Pihak kampus bekerja sama dengan Kantor Urusan…